Superkreativitas Itu Lokalitas
Dalam sebuah live Instagram Bapak Rama Kertamukti (@kawanrama)
mengundang Owner dari Towilfielts atau Mas @yogie_bartholomaeus yang berbicara tentang “Superkreativitas
itu Lokalitas”. Bahasannya bisa dibilang menarik karena Mas Yogie mengatakan
bahwa banyak sisi kreatifitas di daerah Bantul yang dapat dimanfaatkan atau
dipasarkan mulai dari industry tekstil, anyaman, sandang, pangan, kerajinan dan
masih banyak lainnya yang dapat berpotensi besar.
Tidak sedikit orang mengungkapkan bahwa Bantul
itu terkesan pinggiran daripada daerah lain, misalnya Sleman, padahal orang –
orang tidak mengetahui saja bahwa di bantul itu banyak sekali ruang kreatif
yang bisa saja dikembangkan dan memiliki potensi besar. Nah maka dari itu,
perlu nya design, kita anggap saja Bantul itu adalah sebuah “Brand”. Bantul itu
adalah Brand yang harus dikembangkan melalui kreativitas – kreativitas yang
ada. Di dalam bantul juga ada ruang khusus didalam nya uaitu Humanity.
Dan bantul sendiri juga memiliki nilai nilai
jual yang tinggi mengenai budaya dan lokalitasnya, bisa dibilang begitu karena
tradisi dan kekentalan budaya nya masih terjaga yang dapat di manfaatkan lebih
jauh lagi.jika dilihat, Logo Bantul saja sudah terbilang bagus, lokalitas dan
budaya yang masih dipegang teguh oleh bantul juga masih ada banyak dan hal
tersebut bisa bernilai jual yang tinggi.
Budaya pop dan budaya local sebenarnya sah –
sah saja jika di campur dan dapat membuat budaya baru yang lebih kreatif dan
juga anak – anak jaman sekarang tentunya
juga akan menyukainya daripada membeli barang export lebih baik jika kita bisa
menciptakan sendiri dan menjualnya secara teknis kita akan mendapatkan untung
dan Branding Bantul mulai jalan.
Namun,
dalam branding Bantul sendiri tidak segampang itu, seperti yang kita ketahui
bahwa membranding usaha atau daerah sendiri tidak memerlukan waktu yang
sebentar dan tentunya juga harus mengeluarkan modal berlebih. Nah, membutuhkan
uang berlebih ini yang menjadi masalah, karena dengan masalah uang ini
menyebabkan berhentinya kreatifitas. Anak zaman sekarang tidak berfikir panjang
tentang uang, mereka terlalu mengendalikan egonya jika berhadapan dengan uang,
contohnya mereka beralasan membutuhkan uang banyak jika ingin menjual kerajinan
karena butuh branding, ditambah membutuhkan kreatifitas, padahal itu hanya awal
mula nya saja dan bisa dibilang modal. Di dunia ini tudak ada yang instan,
tetapi jika di tekunin kreatifitas itu bisa saja menjadi usaha yang terkenal
dan menjadi ciri khas dari Bantul dan Bantul mulai di kenal oleh orang – orang.
x


Komentar
Posting Komentar